Thursday, 10 December 2015

Nadhira Lauda Azzahra

RSIA Adinda, Selasa 22 Oktober 2013 pukul 18:00 WIB

Baby girl and her first wink

Our first love, first experience and will always be our first smooch!

Wednesday, 9 December 2015

Cerita Menyapih Lauda

Satu bulan sudah Lauda lepas ASI dan rasanya ... hehe
22 Oktober lalu Lauda ulang tahun yang kedua, kira-kira sejak 2 bulan sebelum itu saya mulai mengurangi intensitas memberikan ASI, yang paling harus adalah waktu mau tidur atau saat sidedek terjaga dari tidurnya karena haus.
Awalnya saya dan suami ingin menerapkan weaning with love (WWL) untuk proses ini, maka dari itu kami mencoba memberitahu dan memberi pengertian dengan bilang ke Lauda bahwa,
"sebentar lagi dedek Lauda udah mau 2 tahun lho...dedek udah tambah besar, udah enggak usah nenen lagi yaa"
Awal-awal percakapan Lauda selalu bilang "Iya" setelah beberapa kali sidedek menyanggupi saya dan suami pun menambahkan,
"ya udah mulai sekarang belajar enggak nenen yaa kalau mau bubu, dipeluk sama di elus-elus abund aja" ekspresi dedek seperti kaget lalu dengan tegas bilang "enggak" hahaha saya dan suami pun hanya bisa tertawa.
Sejak saat itu, kalau dibilang udah mau 2 tahun jadi udah enggak nenen lagi sidedek akan protes, dengan lucunya dia akan bilang "3 tahun ajaa" dengan ekspresi penuh keyakinan.
Lucunya lagi saat hampir semua keluarga mencoba bilang atau menanyakan hal yang sama ke Lauda dengan gaya bicara dan bahasa yang berbeda-beda, sidedek akan menjawab dengan jawaban yang sama hehe
Saya sempat mengira WWL akan lebih mudah diterapkan ke anak kami yang cerdas ini ehh ternyata dia jauh lebih cerdas lagi sampai-sampai udah bisa mengajak negosiasi hehe
Sampai hari kamis tanggal 5 november lalu, ternyata subuh itu, waktu saya mau bangun dan Lauda juga terbangun untuk minta ASI maka saya menyusui Lauda dulu sampai dia kembali tertidur, yang ternyata adalah kali terakhir saya menyusui Lauda. Karena setelah itu terjadilah proses menyapih dadakan alias tanpa rencana.
Pagi jam 09:00, Lauda berangkat PAUD (Pendidikan Anak Usia Dini) bersama saya seperti yang biasa kami lakukan sejak awal Oktober, sampai disana salah satu orang tua murid ada yang membawakan saya tanaman Brotowali, ternyata si ibu menanggapi serius obrolan ringan kami hari selasa lalu tentang Lauda yang belum mau disapih waktu itu.
Sampai dirumah saya kasih tau ke suami kalau saya dikasih Brotowali dan disuruh coba untuk menyapih, mas suamipun memperbolehkan mencoba dan lalu penasaran akan seperti apakah reaksi sikesayangan kami, dedek Lauda.
Menjelang waktu tidur siangnya sidedek, saya sudah mengoleskan getah dari batang brotowali sesuai saran si ibu di PAUD, nah saat sidedek mau nenen seperti biasanya, saya pun memberikan, namun kemudian sidedek kepahitan, muakanya mengkerut enggak enak banget, sambil menjulurkan lidahnya dia bilang, "pahiitt buund..."
Geli mau ketawa waktu itu tapi kasihan juga sidedek, saya dan suami cepat-cepat menawarkan minum air putih yang sudah kami siapkan, tidak menyerah, dedek mau nenen yang sebelahnya lagi, dan.. " pahiitt juga buun..."
Dengan spontan tanpa direncana juga, saja saya dan suami bilang ke dedek, "udah basi paling dek, jadi pahit, udah enggak usah nenen lagi, bubunya dipeluk abund aja yaa,"
Dan sidedek pun ngangguk-ngangguk antara pasrah, bingung dan kepahitan. Maaf yaa dek...
Malam harinya sidedek udah enggak minta nenen lagi, tidur minta dielus-elus dada dan punggungnya bergantian, tapi waktu terjaga masih nyariin, mungkin dia lupa, dan lagi-lagi kapok, tapi abund udah sediain susu UHT untuk isi perutnya dedek biar dedek bisa tidur pules lagi. Setelah itu sidedek udah enggak mau nenen lagi, masa penyesuaian hanya 3 hari, setelah itu tidurnya lelap dan pulas sampai waktu dia benar-benar sudah bangun.

Tampilan tanaman Brotowali, yang dipakai batangnya yang berbintik-bintik.